Rabu, 10 Oktober 2012

Apa Simulasi Itu Penting?

Lanjut ke tugas ketiga desain pemodelan grafik yuk..... Disini ditanyakan "Simulasi itu penting ngga sih buat seorang IT?"

Menurut saya, simulasi buat seorang IT itu penting karena apa ya? karena memperkecil resiko terjadinya kecelakaan pada sesuatu yang akan kita buat. salah satu contohnya adalah simulator pilot, karena pilot disini memegang peran penting dalam maskapai penerbangan kalo ngga ada pilot pesawat ngga bisa terbang deh.
Nah terus kalo buat wajib apa ngganya itu tergantung banyak faktor yaitu dilihat dari segi kesulitan, biaya, dan waktu.
 Itu adalah menurut pendapat saya tentang penting apa ngganya simulasi kalo ada yang ngga setuju gapapa bisa kasih pendapat lain. Terima kasih semoga postingan yang saya buat bisa bermanfaat hehe

Selasa, 09 Oktober 2012

Contoh Kecelakaan Akibat Simulasi Gagal

Disini saya akan melanjutkan tugas kedua desain pemodelan grafik. Tugasnya itu disuruh mencari contoh simulasi yang gagal. Maksudnya itu pada saat dibuat simulasinya kita sudah mengantisipasi kegagalannya tapi pada saat dipake di dunia nyata malah tidak sesuai perhitungan dan menyebabkan kecelaan.

nih dia contoh yang saya ambil :

Penyebab Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl – Ukraina

Reaktor Chernobyl jenis RBMK didirikan di atas tanah rawa di sebelah utara Ukraina, sekitar 80 mil sebelah utara Kiev. Reaktor unit 1 mulai beroperasi pada 1977, unit 2 pada 1978, unit 3 pada 1981, dan unit 4 pada 1983. Sebuah kota kecil, Pripyat, dibangun dekat PLTN Chernobyl untuk tempat tinggal pekerja pembangkit itu dan keluarganya.
Tipe PLTN Chernobyl dirancang untuk menghasilkan “plutonium” guna pembuatan senjata nuklir serta listrik. Tipe PLTN berfungsi ganda seperti ini tidak ada di negara-negara Barat, seperti, AS dan Prancis, yang merupakan negara pioner PLTN di samping Uni Soviet (pada waktu itu) sebagai pioner pertama.

Secara garis besar, bencana Chernobyl dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada 25 April 1986 reaktor unit 4 direncanakan dipadamkan untuk perawatan rutin. Selama pemadaman berlangsung, teknisi akan melakukan tes untuk menentukan apakah pada kasus reaktor kehilangan daya turbin dapat menghasilkan energi yang cukup untuk membuat sistem pendingin tetap bekerja sampai generator kembali beroperasi.
Proses pemadaman dan tes dimulai pukul 01.00 pada 25 April. Untuk mendapatkan hasil akurat, operator memilih mematikan beberapa sistem keselamatan, yang kemudian pilihan ini yang membawa malapetaka. Pada pertengahan tes, pemadaman harus ditunda selama sembilan jam akibat peningkatan permintaan daya di Kiev. Proses pemadaman dan tes dilanjutkan kembali pada pukul 23.10 25 April. Pada pukul 01.00, 26 April, daya reaktor menurun tajam, menyebabkan reaktor berada pada situasi yang membahayakan.Operator
berusaha mengompensasi rendahnya daya, tetapi reaktor menjadi tak terkendali. Jika sistem keselamatan tetap aktif, operator dapat menangani masalah, namun mereka tidak dapat melakukannya dan akhirnya reaktor meledak pada pukul 01.30.
Kecelakaan PLTN Chernobyl masuk level ke-7 (level paling atas) yang disebut major accident, sesuai dengan kriteria yang ditentukan INES (The International Nuclear Event Scale). Di samping kesalahan operator yang mengoperasikannya di luar SOP (standard operation procedure), PLTN Chernobyl juga tidak memenuhi standar desain sebagaimana yang ditentukan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency). PLTN Chernobyl tidak mempunyai kungkungan reaktor sebagai salah satu persyaratan untuk menjamin keselamatan jika terjadi kebocoran radiasi dari reaktor. Apabila PLTN Chernobyl memiliki kungkungan maka walaupun terjadi ledakan kemungkinan radiasi tidak akan keluar ke mana-mana, tetapi terlindung oleh kungkungan. Atau bila terjadi kebocoran tidak separah dibandingkan dengan tidak memiliki kungkungan.
Secara perinci, kecelakaan itu disebabkan, pertama, desain reaktor, yakni tidak stabil pada daya rendah – daya reaktor bisa naik cepat tanpa dapat dikendalikan. Tidak mempunyai kungkungan reaktor (containment). Akibatnya, setiap kebocoran radiasi dari reaktor langsung ke udara. Kedua, pelanggaran prosedur. Ketika pekerjaan tes dilakukan hanya delapan batang kendali reaktor yang dipakai, yang semestinya minimal 30, agar reaktor tetap terkontrol. Sistem pendingin darurat reaktor dimatikan. Tes dilakukan tanpa memberitahukan kepada petugas yang bertanggung jawab terhadap operasi reaktor.
Ketiga, budaya keselamatan. Pengusaha instalasi tidak memiliki budaya keselamatan, tidak mampu memperbaiki kelemahan desain yang sudah diketahui sebelum kecelakaan terjadi.
Penilaian atas berbagai kelemahan PLTN Chernobyl menghasilkan evaluasi internasional bahwa jenis kecelakaan seperti ini tidak akan mungkin terjadi pada jenis reaktor komersial lainnya. Evaluasi ini ditetapkan demikian karena mungkin berdasarkan analisis jenis reaktor lain yang memenuhi persyaratan keselamatan yang tinggi, termasuk budaya keselamatan yang dimiliki para operator sangat tinggi.

Dari contoh kegagalan simulasi diatas ternyata reaktor nuklir yang ingin diuji coba menimbulkan kegagalan. Karena pada saat ingin diuji, operator memilih mematikan beberapa sistem keselamatan agar reaktor nuklir bisa berjalan tetapi kenyataannya malah ngga justru membawa kecelakaan dan akhirnya reaktor nuklir tersebut meledak.


Minggu, 30 September 2012

Pemanfaatan Simulasi dan Grafik di Bidang Industri

Kali ini saya akan membuat tugas  pertama Desain Pemodelan Grafik yang akan membahas tentang “Pemanfaatan Simulasi dan Grafik di Bidang Industri”.

Banyak yang berpendapat tentang simulasi, tapi disini saya akan menjelaskan sesuai apa yang saya tangkap.
Pengertian simulasi yaitu suatu proses dan menggambarkan sistem dengan mengembangkan dari sebuah model nyata dan melakukan banyak hal untuk memperkirakan suatu sitem dari waktu tertentu.

Manfaat simulasi
Simulasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi masalah, jika terjadi :
1.       Sistem nyata sulit diamati secara langsung
2.       Solusi analitik susah dikembangkan, karena sistem tersebut sangat kompleks
3.       Pengamatan sistem secara langsung tidak memungkinkan, jika :
a.       Sangat mahal
b.      Butuh waktu lama
c.       Bias merusak sistem yang sedang berjalan

Simulasi juga mempunyai keuntungan dan kekurangan. Disini saya juga akan mebahas hal tersebut.

Keuntugan Simulasi, yaitu :
1.       Menghemat waktu
2.       Mudah diperbanyak
3.       Dapat dihentikan dan dijalankan kembali
4.       Bisa ngoreksi kesalahan-kesalahan
5.       Dapat mengawasi sumber yang bervariasi
6.       Bisa melebar-luaskan waktu

        
Kekurangan Simulasi, yaitu :
1.           Simulasi tidak akurat
2.           Apabila model simulasi yang dibuat baik bias jadi harganya mahal.
3.     Tidak semua waktu bisa dievaluasi simulasi
4.     Simulasi menghasilkan cara untuk mengevaluasi solusi

Kesimpulan        :
Jadi, menurut saya simulasi itu baik dilakukan karena bisa meningkatkan kinerja sistem dengan menyediakan cara untuk membuat sesuatu lebih baik. Simulasi juga menghemat waktu kita. Simulasi juga digunakan menyelesaikan masalah dalam dunia nyata. Dan inilah Pemanfaatan Simulasi dan Grafik di Bidang Industri. Maaf jika ada kekurangan hehehe

Sumber                :

Pemanfaatan Simulasi dan Grafik di Bidang Industri
 




Kamis, 19 April 2012

Inheritance Dan Polimorfisme Pada Java


Nama                           :  Meida Listyaningrum          (54410319)
Rekan Kerja                 :  Annisa Anggi Ismandia        (50410908)
Blog Rekan Kerja         : http://annisa-anggi.blogspot.com/2012/04/inheritance-dan-polimorfisme-pada-java.html
Kelas                            : 2IA13

Inheritance Dan Polimorfisme Pada Java

Inheritance

Inheritance adalah konsep pemrograman berorientasi object yang memungkinkan membuat hubungan di mana ada class yang mewarisi semua attribute dan method dari class lain. Class baru yang lebih spesifik disebut subclass atau class turunan, sedangkan class yang diturunkan disebut superclass. Salah satu konsep dasar dari pemrograman berbasis objek pada java adalah Inheritance, berikut ini saya akan memberikan sedikit gambaran tentang inheritance.
Pada dasarnya, kita melakukan inheritance(pewarisan) untuk membuat suatu class baru(class turunan/subclass) yang masih memiliki sifat atau spesifikasi dari superclass.
Di dalam Java untuk mendeklarasikan suatu class sebagai subclass dilakukan dengan cara menambahkan kata kunci extends setelah deklarasi nama class, kemudian diikuti dengan nama parent class-nya. Kata kunci extends tersebut memberitahu kompiler Java bahwa kita ingin melakukan perluasan class.
Dibawah ini adalah contoh program Java Inheritance :
public class TipeRumah {
   public static void main ( String[]args )  {
      rumahindah C = new rumahindah();
      C.info();
   }
}
class Rumah {
   private String a = " Rumahmewah ";
   public void info() {
      //System.out.println (" Dipanggil pada  =  "+this);
      System.out.println (" ");
      System.out.println (" Rumah           = "+a);
   }
}
class rumahindah extends Rumah {
   private String b    =  " tombol alarm ";
   public void info(){
      System.out.println (" ");
      super.info();
      System.out.println (" rumahindah  = "+b);
   }
}

Simpan dengan nama TipeRumah.java. Dalam program di atas terdapat dua kelas yaitu kelas Rumah dan kelas rumahindah. Kelas rumahindah mewarisi sifat dari kelas Rumah. Dari kelas rumahindah dibuat objek bernama C yang memanggil method info pada kelas rumahindah serta mengoverload method info pada kelas Rumah.
Untuk menjalankannya, buka Terminal. Masuk ke direktori dimana anda menyimpan file TipeRumah.java. ketik “javac TipeRumah.java” dan “java TipeRumah” tanpa tanda kutip. Lalu akan terlihat outputnya sebagai berikut :
OUTPUT


Polomorfisme
Polimorfisme adalah Suatu kemampuan dari sebuah object untuk membolehkan mengambil beberapa bentuk yang berbeda agar tidak terjadi duplikasi object. Polimorfisme mengizinkan kelas induk untuk mendefinisikan sebuah method general (bersifat umum) untuk semua kelas turunanya, dan selanjutnya kelas-kelas turunan dapat memperbaharui implementasi dari method tersebut secara lebih spesifik sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Polimorfisme dimungkinkan karena adanya mekanisme ikatan dinamis (dynamic bindung). Ikatan dinamis adalah ikatan yang terjadi pada saat program dijalankan (run-time). Ikatan yang terjadi pada saat kompile disebut ikatan statis. Ikatan dinamis hanya dapat terjadi antara suatu objek dinamis dengan metode yang dinamis juga, dalam hal ini metode virtual (maya).
            Polimorfisme adalah kemampuan untuk memperoleh bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan polimorfis, bila objek-objek itu mempunyai antar muka-antarmuka identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. Bentuk ini memungkinkan kita menganggap sekelompok objek dengan tipe-tipe berbeda seperti dimiliki oleh suatu tipe yang sama. Polimorfisme merupakan fitur yang terjadi karena interaksi setiap konsep pewarisan dan dynamic binding. Contohnya pintu dan jendela memiliki perilaku yang sama yaitu dapat dibuka dan ditutup, namun untuk menutup jendela dilakukan misalnya dari atas ke bawah (vetikal), sedangkan pintu dari depan ke belakang (horizontal).
Contoh program java polimorfisme :
public class StudentInfo{
   public static void main(String[] args){
   StudentGrad myStudent = new StudentGrad();
   myStudent.Write(4839838, 1,"Annisa","Listyaningrum", 2014,"Gunadarma Univercity");
   myStudent.Display();
   }
}
class Student {
   public void Write(int ID, int Grad, String Fname, String Lname) {
   m_ID = ID;
   m_Graduation = Grad;
   m_First = Fname;
   m_Last = Lname;
   }
   public void Display(){
      System.out.println("Student ID: " + m_ID);
      System.out.println("Student name : "+m_First + " " + m_Last);
      System.out.println("Graduated: " + m_Graduation);
   }
   private int m_ID, m_Graduation;
   private String m_First;
   private String m_Last;
}
class StudentGrad extends Student {
   public void Write(int ID, int Grad, String Fname, String Lname, int yrGrad, String unSch) {
      super.Write(ID, Grad, Fname, Lname);
      m_UndergradSchool = unSch;
      m_Grad = Grad;
      YearGraduated = yrGrad;
   }
   public void Display(){
      super.Display();
      System.out.println("Graduated From: "+ m_UndergradSchool);
      System.out.println("Graduation Year : "+ YearGraduated);
   }
   private Integer YearGraduated,m_Grad;
   private String m_UndergradSchool;
   private String m_Major;
}

OUTPUT



Sumber:







Kamis, 12 April 2012

Enkapsulasi Pada Java


Nama                            :  Meida Listyaningrum          (54410319)
Rekan Kerja                  :  Annisa Anggi Ismandia       (50410908)
Blog Rekan Kerja          : http://annisa-anggi.blogspot.com/2012/04/enkapsulasi-pada-java.html
Kelas                             : 2IA13

Enkapsulasi
Enkapsulasi adalah pembungkus, pembungkus disini dimaksudkan untuk menjaga suatu proses program agar tidak dapat diakses secara sembarangan atau di intervensi oleh program lain. Konsep enkapsulasi sangat penting dilakukan untuk menjaga kebutuhan program agar dapat diakses sewaktu-waktu, sekaligus menjaga program tersebut.
Dalam kehidupan sehari hari enkapsulasi dapat dimisalkan sebagai arus listrik pada generator, dan sistem perputaran generator untuk menghasilkan arus listrik. Kerja arus listrik tidak mempengaruhi kerja dari sistem perputaran generator, begitu pula sebaliknya. Karena didalam arus listrik tersebut, kita tidak perlu mengetahui bagaimana kinerja sistem perputaran generator, apakah generator berputar kebelakang atau ke depan atau bahkan serong. Begitu pula dalam sistem perputaran generator, kita tidak perlu tahu bagaimana arus listrik, apakah menyala atau tidak. Begitulah konsep kerja dari enkapsulasi, dia akan melindungi sebuah program dari akses ataupun intervensi dari program lain yang mempengaruhinya. Hal ini sangat menjaga keutuhan program yang telah dibuat dengan konsep dan rencana yang sudah ditentukan dari awal.
Berikut ini keuntungan dari prinsip enkapsulasi :
  • Bersifat independen. Suatu modul yang terenkapsulasi dengan baik akan bersifat independen dari yang lain. Sehingga dapat digunakan pada bagian manapun dari program.
  • Bersifat transparan. Jika Anda melakukan modifikasi pada suatu modul, maka perubahan tersebut akan dirasakan oleh semua bagian yang menggunakan modul tersebut.
  • Menghindari dari efek yang diluar perencanaan. Modul yang terenkapsulasi dengan baik hanya akan berinteraksi dengan bagian program melalui variable input dan output yang telah didefinisikan sebelumnya. Sehingga dapat mengurangi kemungkinan bug.
Contoh Program Enkapsulasi pada Java :
Listing Program

public  class  siswa
{
private int nps=0;
public String nama;
public void isinps(int n) {
if (n>=1 && n<=10)
nps=n;
else
System.out.println("Error....!!!");
}
public static void main(String[]args) {
System.out.println("Saya siswa SMA BUDI UTOMO");
                }
}

Output


Logika Pemrograman

public class siswa
{
Class diatas mendeklarasikan sebuah class dengan nama. Jika diperhatikan keseluruhan deklarasi class ini diawali dengan { dan diakhir dengan }. Hal ini berarti bahwa semu yang berada didalam tanda tersebut merupakan bagain dari class ini.
private int
Dalam implementasi class umumnya data selalu dideklarasikan sebagai private, yaitu hanya dikenal oleh objek dari kelas tersebut. Untuk implementasi method apabila didefinisikan sebagai public berarti dapat diases oleh kelas lain, maka apabila didefinisikan sebagai private berarti method tersebut hanya dapat diases dari dalam kelas tersebut.
public String digunakan untuk mendefinisikan string yang konstant ( tidak bisa berubah ).
public void isinps Baris ini mengartikan suatu metode bernama isinps.
if (n>=1 && n<=10)
nps=n;
baris diatas mengartikan jika kita memasukan angka 1-10 untuk inputan.
System.out.println("Error....!!!"); baris ini digunakan untuk mencetak output.


Sumber : http://mahendra-f.blogspot.com/ http://7seasons.wordpress.com/tag/enkapsulasi-dalam-java/

Selasa, 03 April 2012

PERBEDAAN PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR dan BERORIENTASI OBJEK

Tugas PBO tentang perbedaan pemrograman terstruktur dan berorientasi objek


Nama                             : Meida Listyaningrum (54410319)
Rekan Kerja                  : Annisa Anggi Ismandia (50410908)
Blog Rekan Kerja         :http://annisa-anggi.blogspot.com/2012/04/perbedaan-pemrograman-terstruktur-dan.html
Kelas                              : 2IA13

Pengertian Pemrograman Berorientasi Objek
Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.
Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:
  1. Visual Foxpro
  2. Java
  3. C++
  4. Pascal (bahasa pemrograman)
  5. Visual Basic.NET
  6. SIMULA
  7. Smalltalk
  8. Ruby
  9. Python
  10. PHP
  11. C#
  12. Delphi
  13. Eiffel
  14. Perl
  15. Adobe Flash AS 3.0

Pengertian Pemrograman Terstruktur
Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.
Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami.
Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah tertentu , maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah untuk proses berulang (Loop).
Bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman terstruktur:
  1. Cobol Turbo Prolog
  2. C
  3. Pascal
  4. Delphi
  5. Borland Delphi
Setelah mengetahu pengertiannya?
dilihat dari pengertian di atas, pemrograman terstruktur memilki beberapa sifat – sifat seperti :
a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
d. Tidak menggunakan perintah GOTO
e. Biaya pengujian program relatif rendah
f. Memiliki dokumentasi yang baik
g. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah

berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan tracing program ).
Sementara itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti :
1.maintenance; program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer.
2.pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.
3.dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.
jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas.
permodelan yang mana yang lebh bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara

Perbedaan mendasar antara OOP dan pemrograman terstruktur adalah:
Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sedangkan untuk pemrograman terstruktur,  menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur
Untuk tata nama, keduanya pun memiliki tatanan yang sama walaupun memiliki pengertian tersendiri:
object oriented menggunakan “method” sedangkan terstruktur menggunakan “function”. Bila di OOP sering didengar mengenai “objects” maka di terstruktur kita mengenalnya dengan ” modules”. Begitu pula  halnya dengan “message” pada OO dan “argument” pada terstruktur. “attribute” pada OO juga memiliki tatanan nama yang sepadan dengan “variabel” pada pemrograman terstruktur.

Persamaan kedua pemrogaman
adalah keduanya termasuk ke dalam pemodelan pemrograman yang digunakan dewasa ini.

Mana yang lebih baik
tidak ada yang dapat dikatakan lebih baik karena keduanya memiliki spesifikasi tersendiri dalam pemrogramannya. Hal ini juga tergantung pada bagaimana pribadi si pemrogram ingin menyusun program yang akan dibuatnya. Apakah lebih suka menggunakan yang berorientasikan pada objek maupun pemrograman yang terstruktur.

Kapan sama2 baik
Pemrograman prosedural akan dikatakan lebih baik apabila dalam segala situasi melibatkan kompleksitas moderat atau yang memerlukan signifikan kemudahan maintainability. Manfaat yang dirasakan dalam penggunaan pemrograman prosedural adalah kemampuan kembali menggunakan kode yang sama tanpa menggunakan kode yang berbeda ataupun mengkopinya kembali. Dengan menggunakan “goto”, memudahkan programmer melacak kumpulan data sehingga menghindarkan pemrograman terstruktur menjadi seperti spagethii code.
Pemrograman berorientasikan objek dikatakan lebih baik apabila Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

sumber : http://dendibatinova.wordpress.com/2011/10/24/perbedaan-pemrograman-berorientasi-objek-dan-terstruktur/